DOWNLOAD PPT ANNELIDA

disini tempat untuk mendownload semua PPT tentang materi, pembelajaran baik dalam bentuk PDF, WORD, maupun PPT. selamat mendownload. mudah-mudahan bermanfaat bagi yang membaca dan mendownload

jangan lupa ikuti blog ini agar update tentang file-file yang saya bagikan, tinggalkan komen agar penulis lebih semangat dalam mengupload file-file tentang perkuliahan







ini adalah PPT tentang ANNELIDA



DOWNLOAD PPT ANNELIDA



terima kasih atas partisipasinya

jangan lupa tinggalkan komentar apabila postingan ini bermanfaat

8 comments:

  1. Inflasi memiliki dampak negatif bagi perekonomian. Ketika terjadi inflasi
    yang cukup parah maka kondisi perekonomian menjadi kacau dan lesu (Anggita,
    2018). Inflasi yang tinggi akan mengakibatkan daya beli masyarakat menurun dan
    kenaikan tingkat bunga. Besar kecilnya laju inflasi akan mempengaruhi suku bunga
    dan kinerja keuangan perusahaan khususnya dari sisi profitabilitas. Inflasi yang terlalu
    tinggi akan menurunkan profitabilitas yang diperoleh oleh perusahaan begitu juga
    sebaliknya (Nurlaelasari et al, 2021). Untuk itu tingkat inflasi berkaitan erat dengan
    profitabilitas perusahaan karena kenaikan tingkat inflasi akan membuat harga bahan
    baku naik sehingga akan mengurangi keuntungan perusahaan (Tandelilin, 2017).

    ReplyDelete
  2. Profitabilitas merupakan salah satu indikator penting untuk menilai prospek
    perusahaan dimasa yang akan datang. Semakin tinggi profitabilitas perusahaan maka
    return saham perusahaan akan meningkat (Tandelilin, 2017).
    Pengembalian aset (ROA) adalah salah satu ukuran terpenting untuk
    mengevaluasi seberapa efektif sebuah tim manajemen perusahaan melakukan tugasnya
    mengelola modal yang dipercayakan kepadanya. Laba bersih dibagi total aset
    sebenarnya adalah definisi ROA, yang mengukur seberapa efisien manajemen
    menggunakan total asetnya (seperti yang dilaporkan di neraca) untuk menghasilkan
    keuntungan (diukur dengan laba bersih di laporan laba rugi). Saat laba naik maka
    investor akan memperoleh return yang tinggi pula (made adi Pranata and gede sri
    Darma,2018)

    ReplyDelete
  3. Pada era globalisasi ini, hampir semua negara memiliki harapan yang besar
    terhadap pasar modal yang memegang peranan penting dalam perekonomian nasional.
    Di beberapa negara tertentu, kemajuan ekonomi bersumber dari pasar modal. Pada
    umumnya negara industri yang memiliki bidang usaha permodalan ini, namun saat ini
    beberapa negara non industri misalnya Indonesia juga memiliki bidang usaha
    permodalan. Indonesia merupakan salah satu contoh negara yang membuka diri bagi
    penyandang dana asing untuk berinvestasi (Ahsan, 2016).
    “Pasar modal ialah suatu pasar yang menyediakan berbagai instrumen keuangan
    dalam jangka panjang dan memungkinkan untuk diperjualbelikan, baik surat utang
    (obligasi), ekuitas (saham), reksadana, instrumen derivatif dan instrumen lainnya” (PT
    Bursa Efek Indonesia, 2021). Dari sisi pihak emiten, pasar modal berfungsi sebagai
    sumber pendanaan eksternal sehingga perusahaan mendapatkan dana tambahan untuk
    menjalankan aktivitas operasionalnya. Sedangkan bagi pihak investor, pasar modal
    berfungsi sebagai tempat mencari keuntungan dari dana yang ditanamkan. Jika pasar
    modal efisien, maka akan memberikan imbal hasil kepada investor sesuai yang
    diharapkan. Inilah yang menjadikan pasar modal begitu penting bagi perekonomian
    suatu negara atau dunia, dikarnakan institusi pasar modal ini banyak dipergunakan oleh

    ReplyDelete
  4. Menurut Abdul halim “Investasi pada hakekatnya adalah menempatkan banyak
    dana pada masa sekarang untuk memperoleh keuntungan dimasa yang akan datang”.
    Dalam proses investasi tentunya diperlukan suatu tindakan analisis dan perhitungan
    mendalam sehingga dapat meminimalisir resiko ketidakpastian dan kerugian (Fahmi,
    2015:2).
    Begitu banyak investasi di pasar modal, namun saham adalah sekuritas yang
    paling banyak diperdagangkan. “Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu
    perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas” (Husnan, 2015:32-34). Dari definisi
    tersebut dapat disimpulkan bahwa saham ialah surat berharga yang dikeluarkan oleh
    perusahaan berbentuk perseroan terbatas dan kemudian diperdagangkan di pasar
    modal, dimana saham dinyatakan sebagai sebuah kepemilikan dari sebuah perusahaan
    tersebut.
    Dalam berinvestasi saham, investor dapat menjadikan harga saham sebagai salah
    satu pertimbangan dalam melakukan transaksi. Harga saham ialah harga yang
    ditetapkan oleh sebuah perusahaan untuk pihak lain yang ingin memiliki hak
    kepemilikan saham atas perusahaan tersebut. Nilai harga saham selalu berubah-ubah,
    bisa mengalami kenaikan atau penurunan harga serta berbeda-beda untuk setiap
    emitennya. Kejadian tersebut berdampak pada peningkatan atau penurunan return
    yang di dapatkan investor atas selisih harga jual dan harga beli (capital gain / capital
    loss) yang merupakan resiko yang diterima dalam berinvestasi.

    ReplyDelete
  5. kenyataannya investor berharap perkembangan return saham selalu meningkat, namun
    hal ini berbeda dengan grafik pada gambar yang disajikan, untuk itu dapat dikatakan
    bahwa ini terdapat masalah pada perkembangan return saham. Berdasarkan teori
    Arbitrage pricing theory menyebutkan bahwa harga saham di pengaruhi oleh faktor
    makroekonomi yang jumlahnya lebih dari satu (Fahmi, 2015:159) dan pada teori
    Arbitrage pricing theory pun menekankan bahwa tingkat keuntungan yang diharapkan
    bergantung pada pengaruh faktor- faktor makroekonomi tersebut (Husnan, 2015: 189).
    Sehingga informasi terkait kondisi makroekonomi menjadi penting dan merupakan
    sinyal bagi investasi, teori sinyal berguna untuk menggambarkan perilaku antara
    pihak-pihak yang terkait dengan keberadaan informasi tersebut (Connelly et al, 2011).
    Selanjutnya Amalia (2014) menjelaskan bahwa harga saham ditentukan oleh beberapa
    variabel makroekonomi seperti bunga, inflasi dan sebagainya. Secara teori, “inflasi
    merupakan suatu kejadian yang menggambarkan situasi dan kondisi dimana harga
    barang mengalami peningkatan (Fahmi, 2015 : 61)”. Jika tingkat inflasi tinggi atau
    relatif meningkat menandakan sinyal negatif bagi pasar modal yaitu menurunkan
    return saham bagi investor.
    Berdasarkan hasil riset terdahulu yang membuktikan pengaruh inflasi terhadap
    Return saham. diantaranya adalah penelitian La Rahmad Hidayat et al (2018) yang
    menemukan bahwa tingkat inflasi mempunyai pengaruh negatif signifikan terhadap
    return saham. hasil ini di dukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Faiza Omer
    Elmahgop dan Omer Ahmad Sayed (2020) yang menunjukkan bahwa tingkat inflasi
    memberikan efek negatif signifikan terhadap return saham baik dalam jangka pendek

    ReplyDelete
  6. Tingkat return saham merupakan salah satu hal yang dapat mendorong
    investor untuk berinvestasi. Return merupakan imbalan atas keberaninan investor
    untuk mengambil resiko atas investasi yang dilakukan, dan teori yang mencoba
    menerangka bagaimana suatu aset dinilai oleh pasar atau bagaimana menentukan
    jumlah pengembalian yang layak atas suatu investasi yaitu arbitrage pricing
    theory. Teori tersebut dirumuskan oleh Ross pada tahun 1976, teori ini pada
    dasarnya menggunakan pemikiran bahwa dua invesasi dengan karakteristik yang
    identik sama tidak dapat dijual dengan harga yang berbeda. Konsep yang
    dipergunakan adalah hukum satu harga (the law of one price). Ketika aset dengan
    karakteristik yan sama dijual dengan harga yang berbeda, maka akan memberi
    kesempatan untuk melakukan arbitrase yaitu membeli aset dengan harga rendah
    dan pada saat yang sama menjualnya dengan harga yang lebih tinggi agar
    mendapatkan keuntungan yang bebas resiko (Husnan, 2015:173).
    Arbitrage Pricing Theory (APT) menjelaskan hubungan antara resiko dan
    pengembalian yang diharapkan, tetapi menggunakan asumsi dan prosedur berbeda.
    Tiga asumsi yang mendasar model APT adalah: 1) pasar modal dalam kondisi
    persaingan sempurna. 2) investor menyukai kekayaan yang lebih pasti daripada
    kurang pasti. 3) pendapatan asset dapat dilihat mengikuti model faktor (Fahm

    ReplyDelete
  7. Menurut Sunariyah (2013), suku bunga ialah harga dari pinjaman yang
    dinyatakan sebagai persentasi uang pokok per unit waktu. Suku bunga merupakan
    pembayaran bunga tahunan dari suatu pinjaman, dalam bentuk persentase dari
    pinjaman yang diperoleh dari jumlah bunga yang diterima tiap tahun dibagi dengan
    jumlah pinjaman dan tingkat suku bunga merupakan harga yang harus dibayarkan
    oleh peminjam untuk memperoleh dana dari pemberi pinjaman untuk jangka waktu
    tertentu, tingkat suku bunga juga merupakan rasio pengembalian sejumlah investasi
    sebagai bentuk imbalan yang diberikan kepada investor (Astuti et al, 2013).
    BI rate merupakan kebijakan suku bunga yang mencerminkan sikap
    kebijakan moneter Bank Indonesia yang kemudian diumumkan kepada publik.
    Dewan Gubernur akan mengumumkan pada setiap rapat bulanan Dewan Gubernur
    yang diimplementasikan pada operasi moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia
    melalui pengelolaan likuidasi (liquidity management) di pasar uang untuk mencapai
    sasaran operasional kebijakan moneter.
    Secara umum, Bank Indonesia akan menaikkan BI rate jika inflasi ke depan
    diperkirakan melebihi target yang telah ditetapkan dan sebaliknya. Dalam hal ini,
    Bank Indonesia telah melakukan penguatan kerangka operasi moneter dengan
    memperkenalkan suku bunga acuan atau suku bunga BI7-day (Reverse) Repo Rate,
    yang merupakan suku bunga acuan baru yang berlaku sejak 19 Agustus 201

    ReplyDelete
  8. Besar di Nigeria” yang menemukan pengaruh negatif signifikan dari tingkat inflasi
    terhadap return saham perusahaan ukuran besar di Nigeria. Ini menyiratkan ahwa
    pengembalian saham perusahaan ukuran besar di Nigeria menurun dengan
    meningkatnya tingkat inflasi yang diproksikan oleh indeks harga konsumen. Kenaikan
    tingkat inflasi menaikkan biaya hidup dan menggeser sumber daya produktif untuk
    konsumsi. Hal ini menyebabkan penurunan permintaan atas instrumen keuangan
    (khususnya saham biasa), yang pada gilirannya menyebabkan penurunan volume
    saham yang diperdagangkan.
    Hasil penelitian Amtiran et al.(2017) dalam penelitiannya yang menganalisis
    “faktor makroekonomi dan return saham dalam kerangka APT” menyatakan bahwa
    inflasi berpengaruh negatif terhadap return saham, hasil penelitannya menunjukkan
    bahwa inflasi merupakan faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham. karena
    berkaitan dengan daya beli masyarakat sehingga berdampak pada nilai perusahaan.
    Depresiasi rupiah terhadap dollar AS berkontribusi menyebabkan inflasi di Indonesia.
    Sebagai akibat dari kondisi tersebut investor akan mempertimbangakan kembali
    investasi yang dilakukan di indonesia.
    Hasil penelitian yang sama ditemukan oleh Hidayat et al.(2018) dalam
    menganlisis “pengaruh inflasi dan suku bunga dan nilai tukar rupiah serta jumlah uang
    beredar terhadap return saham”, menemukan bahwa inflasi berpengaruh negatif
    signifikan terhadap return saham indeks LQ 45. Peningkatan persentase inflasi akan
    membuat masyarakat cenderung untuk mengamankan uangnya dan lebih banyak

    ReplyDelete